Setahun Berpisah

Published October 31, 2013 by prinprincess

Kamu pasti agak-agak lupa dengan tanggal hari ini kan? 21 Oktober 2013, tepat satu tahun kita putus. Apa kabarmu? Kuharap selalu baik-baik saja, gembira sebagaimana kamu tertawa hari ini. Kalau kamu tanya kabarku, aku pasti menjawabnya dengan “tidak apa-apa” tapi kamu juga tahu bahwa selalu ada luka di balik kalimat itu. Bahkan mungkin tawamu hari ini juga untuk menutupi semua lukamu, dan kamu pastilah pandai sekali dalam melakukannya. Tidak seperti aku, semua orang tahu aku masih terluka karena aku tidak sadar bahwa aku selalu menunjukkannya.

Pagi hari ini kita bertatap muka, namun seperti biasanya, kita tak selalu saling menyapa. Aku tak tahu lagi bagaimana harus bersikap di depanmu. Bersikap biasa? Aku masih tak sanggup. Berpura-pura? Itu bukan keahlianku. Bersikap jujur? Itu yang terbaik, tapi itu artinya aku tak bisa menyapamu. Karena jujur, lidahku seketika kaku saat bertemu denganmu, tubuhku bergetar, jantungku berdegup kencang, karena semua itulah aku kadang tak mampu menyapamu atau sekedar membalas sapaanmu. Kamu mungkin mengira bahwa dengan aku memalingkan wajah darimu itu artinya aku tak mau lagi melihatmu saking banyaknya luka yang kamu torehkan di hatiku; itu salah besar. Aku selalu ingin bertemu denganmu, selalu ingin melihatmu, bahkan terkadang aku mencari-cari celah kesempatan untuk sekedar melihatmu bahkan dari kejauhan sekalipun. Aku hanya tak ingin aku menangis di depanmu karena setiap kali melihatmu, rinduku nyaris meluap jika aku membuka mulutku untuk barang menyapamu dengan singkat saja. Ya, aku merindukanmu, sangat merindukanmu, selalu merindukanmu.

Saat setelah selesai shalat dhuha, kudengar kamu dan teman-temanmu membicarakan teman kita Tio yang baru saja mendapat surat cinta. Dan ketika itu sebelum ke kantin, kamu dan teman-temanmu menghampiri mading sejenak. Ketika aku mengecek mading sekolah, ternyata memang ada surat tertulis untuk Tio dari seorang adik kelas. Hey, apa kamu berharap adik kelas yang kamu sukai melakukan hal yang sama padamu? Pastilah iya. Kalau aku berani, aku bisa menuliskan surat cinta untukmu dan menempelkannya di mading. Tapi ah, rasanya sehelai dua helai kertas tak akan cukup mewakili seluruh rasa yang ingin kuungkapkan kepadamu. Dua papan mading sekalipun masih tak akan sanggup untuk membantuku menyampaikan isi hatiku. Suatu hari tengoklah laptop-ku, kamu akan menemukan banyak sekali dokumen word berisi tulisan-tulisan curahan hatiku tentangmu. Atau kamu boleh tengok buku harianku atau yang lebih mudah blog-ku yang kamu sendiri tahu alamatnya, banyak kan catatan-catatan untukmu di sana? Ya, tapi tetap saja hatimu tak tersentuh, hatimu tak tergerak, pintu hatimu masih begitu keras untuk terbuka sedikit saja untukku. Tapi lain halnya kalau adik kelas yang kamu sukai itu menuliskan satu kalimat saja untukmu, pasti kamu akan sangat bahagia kan? Kamu akan menyimpan kalimat itu baik-baik agar tak tersentuh orang, agar terjaga. Sementara ribuan bahkan jutaan kata yang kutulis untukmu tak akan pernah berarti untukmu. Karena bukan aku yang kamu cintai.

Di kelas aku mendengar cerita tentangmu dari temanku. Itu cerita yang konyol yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal, tapi kamu tak perlu tahu itu cerita tentangmu yang bagian mana. Yah tanggapanku, kamu lucu sekali. Tapi bukan hanya cerita konyol, ternyata kudengar, kabarnya ada perempuan di kelasmu yang menyukaimu, ya? Sampai-sampai semua perempuan yang duduk denganmu diusir hanya agar dia yang duduk denganmu? Itu yang kudengar. Hebat sekali perempuan itu, ya? Ngomong-ngomong, dia dulu satu sekolah denganku saat duduk di bangku SMP. Kenapa kamu selalu berhubungan dengan teman seperjuanganku di SMP? Yah meski tidak pernah sekelas. Sudah dua kali lho, tapi ya, kebetulan saja. Lagipula tak ada pentingnya.

Menarik sekali melihat ada perempuan-perempuan lain yang juga menyukaimu. Tunggu, mereka menyukaimu atau mencintaimu? Kalau menyukaimu, berarti aku di jalan yang berbeda dengan mereka karena aku bukan hanya menyukaimu, tapi juga menyayangimu dan mencintaimu. Apa buktinya? Pikir saja sendiri, aku lelah mengingat-ingat semua hal yang kulakukan untuk membuktikan bahwa aku mencintaimu. Rasanya terlalu banyak. Hehe.

Aku hanya penasaran dengan mereka yang juga menyukaimu. Apakah mereka melihat hal yang sama denganku? Kalau melihat pakai mataku sih, kamu itu tampan sekali. Apa yang mereka sukai darimu, apakah sama denganku? Aku suka semua hal baik tentangmu. Tapi aku paling suka tawamu, senyummu, suaramu, aku suka sekali. Ah kalau berbicara tentang apa yang kusukai darimu itu pasti panjang sekali seakan tak akan ada habisnya. Kamu tahu, kalau kamu berusaha menjadi a cool guy, seperti cowok-cowok gaul yang keren begitu, sebaiknya berhenti saja. Karena yang kulihat, kamu adalah sosok pria yang hangat dan lembut. Keramahanmu terpancar lewat tatapanmu yang halus. Hatimu baik dan kamu sangat bersahabat. Kamu tak cocok untuk menjadi pria keren zaman sekarang, maksudku, you’re cool in your own way. Pria baik yang hangat, lembut, ramah, dan memiliki visi hidup yang baik dan tegas, itulah kamu, itu kerennya kamu.

Kemudian apakah mereka yang menyukaimu tahu kalau kamu suka bermain PES? Mungkin iya. Coba yang ini. Apakah mereka tahu kalau waktu kelas 10 kamu pernah ditegur guru Sejarah karena kamu terlambat masuk pelajarannya? Kamu pun bahkan lupa yang itu. Kalau aku ingat sekali, entahlah kenapa. Padahal kala itu kita sama sekali belum dekat, bahkan sepertinya mengobrol pun belum pernah. Itu kejadian jauh sekali sebelum kita mulai dekat dan akhirnya mulai merangkai cerita bersama.

Dan aku juga ingat, hari-hari aku pertama kali masuk X-5, aku melihat daftar nama siswa X-5 yang ditempel di jendela kelas kita itu. Banyak nama-nama unik di daftar itu, tapi aku terpaku cukup lama di nama yang berada di urutan kedua. Aku mengulang-ulang membaca nama itu dalam hati. Yang pertama terlintas adalah, namamu unik, jarang ada. Yang kedua, namamu berwibawa. Aku berpikir bahwa nama itu nama yang sangat bagus. Aku tak pernah memberitahu hal ini padamu ya? Haha, sebetulnya banyak sekali hal yang tidak kuberitahu padamu tentang bagaimana aku dalam melihatmu sebelum kita berpacaran, karena ketika berbicara denganmu di SMS ataupun ketika bertemu denganmu (saat masih berpacaran) aku hanya fokus pada kata-kata yang kamu ucapkan, fokus pada topik yang diperbincangkan, karena semua itu sangat menyenangkan bagiku sehingga aku banyak kelupaan tentang banyak hal termasuk yang ingin kuungkapkan kepadamu.

Selama satu tahun kita satu kelas, kita hanya pernah berada dalam kelompok belajar satu kali saja, itu pelajaran PLH. Kamu laki-laki di kelas yang pertama kali menunjukkan keramahannya padaku dengan menyapaku di pagi hari ketika aku baru sampai di sekolah. Kamu tahu betapa berartinya sapaan itu bagiku? Sangat berarti walau saat itu aku belum menganggapmu sedemikian istimewanya. Kenapa? Karena sejak kecil aku kesulitan untuk berinteraksi dengan lawan jenisku, aku sendiri tak tahu kenapa. Tapi dengan sapaanmu itu, aku merasa dianggap dan merasa dihargai. Saat itulah aku merasa senang berteman denganmu dan menganggapmu teman laki-laki paling baik di kelas.

See? Betapa kamu sudah memiliki arti tersendiri bagiku sejak awal. Hingga kemudian kamu benar-benar memasuki duniaku, menyumbangkan beribu kebahagiaan untukku, memberi banyak pelajaran hidup padaku, menorehkan luka-luka di hatiku yang membuatku semakin menghargai kekuatan diri, sampai pada akhirnya kamu keluar lagi dari duniaku, dari kehidupanku tanpa kamu ingin untuk kembali padaku.

Lucu ya? Dari awal aku menyimpan arti tentang dirimu, dan tak tahu bahwa kamu akan menjadi bagian dari cerita hidupku, yang paling berharga bagiku; tak tahu bahwa kita akan pernah berpacaran; tak tahu bahwa aku akan mencintaimu sampai demikian besarnya. Dan aku pun tak tahu bahwa hari ini akan menjadi hari tepat setahun hubungan istimewa kita berakhir.

Aku mencintaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: