One Point Hurts

Published April 9, 2013 by prinprincess

Ketika aku menggenggam sendok dan garpu,
aku tahu mereka berpasangan
aku hanya orang ketiga

Bahkan tanganku dua, kakiku dua,
mataku dua, telingaku dua,
kanan dan kiri
Jugalah mereka sepasang-pasang adanya

Lalu lihatlah botol dan penutupnya,
ketika satunya hilang, satu yang lain tak utuh
Penutup hilang, botolnya berlubang
Botolnya hilang, penutup terbuka selamanya
Saling membutuhkan, mereka

Dua, adalah penjumlahan dari satu ditambah satu
Penyatuan dari dua unsur yang tepat, yang pas, yang cocok
Sejiwa, sehati

Maka mungkinkah kita adalah dua itu?
Apakah kita mungkin dua buah satu yang pas?
Mungkinkah bila kita sama dengan dua yang menyatu?

Sudahkah kamu menyadari kenyataan sekarang?
Ketika semua dua orang menyatu menjadi sebuah kita
Kita justru berpisah menjadi satu orang dan satu orang yang lain
Aku dan kamu
Aku ya aku
Kamu ya kamu
Tak ada kita lagi, sebuah putusnya relasi

Merasakah kamu aku terpukul?
Merasakah kamu ada temaliku yang ingin menarikmu kembali pulang?
Tiadakah kamu bernurani mencoba bicara denganku?
Aku butuh suaramu, aku butuh sebuah pasti

Dengarlah senandungku, pulanglah
Inginku menjadi dua yang menyatu denganmu
Pulanglah, pulang!
Dengar jeritanku, dan pulang
Pulang dan tutup lubang lukaku
Tolong pulang, aku mohon pulang
Pulang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: