Pertanyaan Baru Untukmu dan Untuk yang Maha Kuasa

Published April 3, 2013 by prinprincess

Apa yang kurasakan ini, apakah ada artinya?
Ada. Tapi apakah itu sebuah arti penting?

Terkadang, aku tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan sendiri. Ada kebenaran-kebenaran terselubung yang nyata yang kurasakan atasmu. Dan aku tidak mengerti itu. Seorang dewasa mengatakan bahwa itu adalah sebuah keterikatan hatiku denganmu.

Mengapa ada keterikatan hati yang kurasakan antara aku dan kamu?
Katanya karena aku sudah terbiasa denganmu, aku tahu kamu, dan aku meyakini sesuatu yang entah apa disebutnya. Juga karena aku memiliki perasaan yang sangat mendalam kepadamu sehingga muncullah keterikatan itu. Ini bukan aku yang menyimpulkan, tapi seorang dewasa yang selama ini aku jadikan tempat bercerita dan membantuku menyelesaikan permasalahan hati yang tidak kumengerti.

Mengertikah kamu tentang keterikatan hati yang kurasakan itu?
Itu adalah saat di mana seolah-olah aku bisa merasakanmu dan mengetahui (keadaan)mu tanpa aku harus melihatmu dan mengetahui kamu terlebih dahulu. Orang umumnya menyebut iniĀ ikatan batin. Mungkin kamu lebih mengerti istilah itu ketimbangĀ keterikatan hati.

Selama ini kamu tidak mengetahuinya kan? Bahwa aku punya perasaan macam begitu, kamu tidak tahu kan? Aku sendiri awalnya tidak menyadarinya. Aku baru sadar setelah mengalami serangkaian keterikatan hati yang begitu nyata.

Contohnya seperti apa yang kurasakan di sebuah hari Senin. Cobalah pahami tulisanku itu. Kamu mungkin akan mengerti bagaimana keterikatan hati yang kurasakan itu. Dan bukan hanya kali itu saja, aku sudah mengalaminya beberapa kali.

Seperti hari Senin kemarin, ketika upacara. Dari awal aku tidak melihatmu di lapangan. Tapi, dengan aku tidak melihatmu bukan berarti kau tidak ada di sana bukan? Mungkin saja kamu sedikit terlambat sehingga aku tidak sempat melihatmu karena kamu berdiri di barisan paling belakang di mana pandanganku tidak dapat mencapaimu. Tapi apa yang aku rasakan?

Aku merasa kosong. Aku tidak merasakan kehadiranmu. Aku merasa bahwa ragamu tidak ada di antara ratusan orang yang mengikuti upacara di lapangan. Aku benar-benar tidak merasakan adanya kamu. Di dalam imajinasiku, kamu datang ke sekolah dengan begitu terlambat sehingga kamu tidak diperbolehkan memasuki lapangan upacara. Awalnya kukira itu semua hanya perasaanku dan imajinasiku yang aneh. Tapi, ketika aku pergi untuk membayar uang SPP, di waktu itulah aku melihatmu. Kamu sedang di lapangan, mendapat hukuman bersama beberapa orang lain. Aku yakini itu karena sebuah keterlambatan.

Apa itu artinya? Ya, tanda dari keterikatan hati. Bahwa apa yang aku rasakan dan aku bayangkan terhadapmu itu nyata, benar-benar kenyataan, dan sebuah pikiran yang ternyata benar.

Memang banyak sekali pikiranku yang benar terhadapmu, tapi tidak sedikit juga yang meleset. Tapi memang kebanyakan pikiranku itu benar.

Maka aku hadirkan sebuah pertanyaan. “Apakah ada arti penting di balik keterikatan hati yang kurasakan terhadapmu itu?”

Who knows.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: