Hey, You!

Published April 1, 2013 by prinprincess

Apakah kamu mengetahui? Aku yang masih menempatkanmu dalam ruang khusus di dalam hatiku, apakah kamu mengetahuinya? Aku yang bahkan tidak rela menendangmu dari dalam sini meskipun aku tahu kamu menginginkan jalan keluar untukmu pergi, apakah kamu mengetahui yang satu ini? Atau aku yang membiarkan diriku disayat-sayat adegan tajam hanya untuk mencintaimu, apakah kamu mengetahui pula?

Kamu adalah ‘orang lain’ yang selalu ada dalam setiap aliran darahku. Oh, ini berlebihan, maaf. Tapi kamu tahu itulah yang sebenarnya terjadi. Maksudnya adalah, kamu akan selalu menjadi topik utama dalam hidupku. Yang aku tertarik untuk mendiskusikannya, baik dengan Tuhan maupun dengan teman.

Sungguh, aku tak pernah mengira bahwa kamu akan menjadi sebegini berharganya bagiku. Aku kira dulu, sebelum aku bicara denganmu, kamu hanya teman biasa yang tak akan pernah aku kenal lebih jauh. Justru kini aku memasukkanmu begitu jauh dan jauh dalam kehidupanku, bahkan lebih jauh dari partikel terkecil tulangku.

Lagi-lagi aku menulis tentangmu. Dulu yang kutulis hanya sebuah fan-fiksi, draft novel, puisi, dan karya tulis fiktif atau karya sastra lain yang tidak ada hubungannya denganmu. Sekarang? Oh ya, aku masih menulis bentuk tulisan yang sama, tapi semua tokoh dan subjeknya adalah kamu. Iya, kamu, siapa lagi. Belum lagi kini aku mulai menulis diary kecil di blog ini yang membuat kamu semakin terkenal dalam karyaku dan menjadi best-actor bagi setiap fiksiku.

Anyway, dua hari yang lalu aku baru saja menonton DVD film The Twilight Saga: Breaking Dawn bagian dua. Kamu ingat dulu aku pernah memanggilmu ‘Edward’ ? Ternyata ketika aku menonton lagi film ini, ketika aku melihat Edward Cullen, di sana aku melihat ada bayangan wajahmu! Kalian terlihat mirip. Coba bayangkan bagaimana jadinya! Itu kenyataan, asal kau tahu. Aku tahu, itu hanya ilusiku, karena aku hanya melihatmu. Selalu melihatmu.

Ketika aku menonton film itu, betapa aku ingin Edward benar-benar kamu dan aku adalah Bella-mu. Mereka punya kisah cinta yang mistis-dramatis namun dengan akhir yang demikian indahnya. Sudahkah kamu menonton juga? Kamu tahu ending part-nya bagaimana? Itu bagian favoritku! Dan ada adegan yang nyaris mirip dengan kita! Eh, maksudku, nyaris mirip dengan aku dan kamu.

Di sana Bella memperlihatkan sebuah kenangan yang disusun dan dibuatnya sendiri melalui kekuatan pikiran seorang vampire kepada Edward. Adegan itu diiringi oleh lagu ‘A Thousand Years part2’. Sangat bagus! Itu adalah sebuah kenangan atau ingatan sejak awal Bella bertemu Edward, kemudian dilanjutkan dengan beautiful moments yang telah mereka alami.

Yah, kalau boleh dihubungkan, aku nyaris saja telah melakukan hal yang sama dengan Bella. Video itu. Kamu ingat kan? Video yang aku buat saat tanggal 17 yang kesepuluh? Perbedaannya mungkin adalah keadaan. Bella sudah berakhir bahagia bersama Edward pada saat Bella memperlihatkan ingatan itu. Sedangkan aku sudah berakhir denganmu saat aku membuat video itu. Aku tanya padamu, menurut kamu, manakah ‘video’ yang lebih membahagiakan dan mengesankan serta berharga bagimu? ‘Video’ ingatan milik Bella atau video milikku? Ya, jawab saja dalam hati, dari hatimu yang terdalam. Toh aku tidak akan pernah tahu jawabanmu karena kamu dan aku tidak akan pernah membahas topik yang seperti itu lagi.

Ketika Bella sudah selesai memperlihatkan ingatan itu pada Edward, kamu tahu apa yang dia katakan?
“Now you know, nobody’s ever loved anybody as much as I love you.”
Iya, Bella berkata demikian. Katanya “Sekarang kamu tahu, tidak ada yang pernah mencintai seseorang seperti aku mencintaimu.” Kurang lebih begitu artinya. Dan perhatikan ini: Itulah kalimat yang ingin aku ucapkan selama ini kepada kamu. Aku mencintaimu dengan caraku sendiri. Aku tidak mencontek. Caraku ini entah apa namanya, baik, buruk, unik, atau apa, aku tidak tahu.

Dan mungkin suatu saat akan ada perempuan lain yang mencintaimu juga, tapi dia tidak akan pernah mencintaimu dengan cara yang sama sepertiku. Entah cara mana yang kamu lebih suka. Tapi kuharap itu yang terbaik untukmu. Yaa, kamu tahu kan, dalam Islam pernah dikatakan, “Apa yang kamu sangat sukai belum tentu baik bagimu dan apa yang kamu benci belum tentu buruk bagimu.” Kurang lebih seperti itu intinya.

Selain itu, ada lagi percakapan pendek antara Edward dan Bella yang sangat aku sukai. Begini:
Bella       : “Kita punya banyak waktu.”
Edward : “Selamanya.”

Yap, “Selamanya”. Persis seperti apa yang pernah kamu katakan kepadaku. Kukira itu janjimu. Rupanya aku salah paham. Dan aku terlalu menaruh begitu banyak harapan di pundakmu.

Dalam film itu juga, kata “Forever” atau “Selamanya” dihadirkan sebagai frame terakhir film itu yang sepertinya diambil dari naskah dalam novel aslinya. Kalimat utuhnya seperti ini:
“And then we continued blissfully into this small but perfect piece of our forever.”

Betapa aku ingin kalimat itu juga menjadi akhir dari cerita kita. Eh, maaf, maksudku, akhir dari cerita aku dan kamu. Seperti Edward dan Bella. Dan perasaan inilah yang membuat aku geregetan. Jiwa dan ragaku rasanya ingin saja meraihmu dalam sekejap dan membuat sebuah program ratifikasi yang menyatakan bahwa kamu, kamu, kamu milikku. Dan aku, aku, aku milikmu. Seperti waktu dulu aku dengan lepasnya bisa mengatakan bahwa ‘Aku milikmu’ tanpa ada rasa takut dan khawatir, karena aku masih punya hak. Sekarang, aku tahu, apa yang aku inginkan tidak akan terjadi. Oh itu terlalu kasar! Bukan itu maksudku. Aku hanya tidak berani lagi berharap banyak. Aku takut langit akan menjatuhkanku lagi. Nanti kan ada luka lebam yang membekas di tubuhku, dan aku tidak mau. Luka itu hanya akan menjadi tanda bahwa aku sangat mudah untuk disakiti. Aku kan perempuan yang kuat. Lagipula tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, Sang Penulis takdir. Aku percaya pada janji-Nya. Aku kan sudah menyerahkan semuanya pada-Nya. Jadi, aku tenang saja dan tidak ada keraguan lagi.

Mengenai adegan kita, maksudku, aku dan kamu, di kehidupan sehari-hari. Kamu mungkin akan menemuiku yang tidak percaya atas apa yang orang katakan tentang kamu yang tidak seburuk apa yang aku pikirkan. Iya, kata mereka, kamu tidak seburuk apa yang aku pikirkan. Sekarang aku tanya padamu, mungkinkah aku, aku yang mencintaimu, berpikiran dan beranggapan buruk tentangmu, apakah itu mungkin? Logika saja. Seseorang yang mencintai hanya melihat keindahan pada orang yang dicintainya. Keburukan dan kebaikan dari orang yang dicintainya entah bagaimana akan melebur jadi satu nama: Keindahan. Kamu harusnya paham akan hal itu.

Ketika aku mendengar orang berbicara tentangmu dan mereka mengatakan bahwa kamu tidak seburuk apa yang aku pikirkan, aku toh hanya tersenyum atau diam. Tapi memang benar, aku pernah mengatakan sesuatu tentang kamu beberapa kali kepada teman tertentu yang menunjukkan ketidakbenaran. Padahal faktanya, kamu tidak seperti apa yang aku katakan. Tapi ketahuilah, aku mengatakan itu bukannya sok tahu tentangmu. Tapi justru untuk melindungi diriku sendiri. Bagaimana tidak?!

Orang-orang itu berbicara tentangmu, tentang sesuatu yang bisa membuat harapanku dikembangkan dengan baik. Yang bisa membuat kebahagiaan kecil yang menari-nari dalam hatiku. Logikanya, itu kan hal baik ya? Karena itu bisa membuatku senang. Tapi justru itulah yang melukaiku! Itu yang bisa membunuhku lebih sadis lagi. Aku tidak mungkin kan menelan berita itu bulat-bulat lalu berlari bersenang-senang setelah mendengar kabar dari teman itu? Coba tebak apa yang akan terjadi padaku jika aku benar-benar melakukan hal itu. Aku mendengar, kemudian senang, dan aku berlari-lari tanpa tahu ada jurang di depanku yang di bawahnya terdapat lautan hewan-hewan reptilia yang kulit-kulitnya siap membelai tubuhku dan giginya yang siap mengunyahku. Seperti itulah aku akan berakhir. Oh, aku tidak mau membayangkan hewan itu!

Itulah sebabnya aku melawan apa yang orang-orang katakan tentangmu. Itulah sebabnya aku mengatakan ‘tidak’ pada apa yang orang bilang kamu adalah ‘iya’. Itu semua untuk melindungi diriku sendiri, agar aku tidak dijatuhkan harapan dan kebahagiaan sesaat lagi semu. Aku hanya memasang tameng.

Mencintaimu itu seperti ini ya, ternyata. Dan kalau dihitung, aku kan mulai benar-benar menyayangimu saat hari deklarasi itu. Tanggal 17 Februari 2012. Kalau dihitung sampai sekarang, di mana aku masih menyayangimu, berarti sudah Satu Tahun hampir Dua bulan, atau lebih tepatnya Tiga Belas Bulan lewat Lima Belas Hari, atau Satu Tahun lewat Satu Bulan lewat 43 hari. Sudah sampai sebegitu, aku mencintaimu. Dan entah akan sampai kapan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: