Tulisan Sebelum Tengah Malam

Published March 26, 2013 by prinprincess

Tanggal 25 Maret 2013. Pukul sebelas malam lewat tujuh menit (23.07 WIB). Raga ini nyaris beristirahat. Lantunan ‘A Thousand Years’ milik Christina Perri masih berdengung melagu. Kegelisahan hati yang entah datang darimana tiba-tiba menyelimutiku. Udara menjadi panas.

Di luar lagu ini, aku mendengar dentuman air di atas kerasnya tanah. Hujan. Aku pun bangkit kembali. Naluri menulisku muncul, membuat gatal jemariku.

Agaknya aku bingung. Pikiran tentangmu menyusup di antara ilmu filsafat dan sejarah yang baru check in di otakku beberapa menit yang lalu. Oh aku baru ingat! Aku kan mencintaimu, ya? Jelas saja kamu datang kapanpun bahkan saat sejarah Abad Pertengahan sedang mengalami proses absorpsi di otakku. Kamu cukup nakal, ya. Bagaimana kalau sampai aku tidur hanya kamu yang sudah di install, lantas bagaimana aku mengingat tentang kaum Sinis, kaum Stoik, dan kaum Epicurean? Juga tentang Indo-Eropa dan agama-agama yang dilatar belakangi olehnya? Ya, iya, aku tahu kok. Ini resiko bagiku. Mencintaimu kan? Oleh karenanyalah! Aku jadi tidak boleh protes.

Aku tidur saja, ya? Biar aku bertemu denganmu dalam mimpi. Mungkin kita bertemu di hancurnya kebudayaan pada Abad Pertengahan? Atau ketika awal masa Renaisans? Oh, jangan, aku belum terbayang.

Kita bertemu sajalah di tempat biasa, ya? Tempat yang biasa kita sebut ‘DREAMLAND’. Itu tempat indah buat kita kan?
Tempat kamu memegang tanganku ketika aku sakit.
Tempat aku mencium pipimu di bawah pohon yang teduh.
Tempat aku memelukmu.  Tempat kamu memelukku.
Tempat kita saling bersandar.
Tempat kita berpetualang di gunung lalu selamat dari bencana yang ada di sana.
Tempat aku merayakan ulang tahunmu dengan megah lalu kau merasa senang.
Tempat kamu bertemu denganku. Tempat aku bertemu denganmu.
Tempat kita bertemu menyatu. Tempat tak ada yang lainnya.
Tempat yang muncul dari keberadaan yang berwujud ketiadaan.

Pakailah tuxedo hitammu yang gagah, sayang!
Biar aku pakai gaun biruku yang anggun.
Kita bertemu di Dreamland malam ini.
Biarlah aku melupakan filsafat dan sejarah untuk sementara.
Tanggal 25 Maret 2013. Pukul sebelas malam lewat dua puluh sembilan menit (23.29 WIB). Selamat malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: