Sebuah Rasa Sakit

Published March 24, 2013 by prinprincess

Pernahkah kamu merasakan rasa sakit yang tak dapat kau tahu penyebabnya? Bukan, bukan tentang hati dan perasaan. Ini masalah kesehatan. Dan aku akan menceritakan tentang rasa itu di sini.

Sejak dibuatnya wordpress atau blog ini, aku merasa memiliki teman baru. Atau buku diary baru mungkin. Setiap ada hal yang tak bisa kuungkapkan pada teman ‘real’-ku, aku mencurahkan segalanya di sini. Aku bisa selalu frontal ketika sudah akrab dengan blog-ku. Sama halnya dengan masalah kesehatanku yang tak kuceritakan kepada teman-teman di sekolah. Hanya satu orang yang tahu dan kini kupikir dia sedang sibuk untuk menanyakan keadaanku.

Soal mengapa aku tidak bercerita kepada teman-teman lain adalah bahwa aku mengetahui mereka hanya mendengarku. Mereka sangat baik untuk mau mendengarkan segela keluh kesahku, tetapi mereka hanya mendengar. Sebatas itu. Mereka tidak mau menyelam lebih dalam untuk peduli kepadaku. Ya, mereka memang sangat baik kepadaku, tetapi aku baru menyadari bahwa mereka tidak benar-benar peduli padaku. Aku tahu, karena mereka punya masalah masing-masing yang akupun tidak mengerti.

Tapi aku ingin menceritakan sedikit tentang kesedihanku saat berteman. Ini pun aku baru menyadarinya, bahwa selama ini sejak tragedi itu, aku menjadi seorang pendengar. Aku terus mendengarkan masalah orang tetapi masalahku sendiri aku pendam. Tapi sebenarnya aku tahu kenapa. Aku pernah mencoba menceritakan sedikit masalahku, hanya saja temanku jelas sekali terlihat tidak peduli pada masalahku. Responnya benar-benar buruk. Mungkin karena itulah aku tidak lagi bercerita. Aku hanya bercerita tentang cerita tertentu kepada orang-orang tertentu. Seperti itu. Sedih sekali rasanya ketika kita peduli pada orang lain tetapi kita sendiri tidak pernah dipedulikan. Itu yang kurasakan. Aku sendiri heran mengapa aku tidak bisa tidak peduli kepada orang. Tapi sudahlah, toh aku melakukan semuanya dengan tulus, tanpa mengharapkan orang lain melakukan hal itu kepadaku juga. Karena aku tidak suka dengan yang tidak tulus, maka aku tidak akan melakukan hal di mana aku tidak tulus di sana.

Kembali ke masalah utama.
Aku merasakan sakit di kepalaku sebenarnya mulai dari SMP, ini pun aku tahu setelah mengingat kembali cukup lama. Namun intensitasnya tidak begitu besar. Rasa sakit itu datang sekitar beberapa bulan sekali sehingga kuanggap itu sakit kepala biasa, yang wajar. Seperti itu terus sampai kelas 8 SMP. Ketika kelas 9, barulah rasa itu muncul lebih sering, namun tidak begitu signifikan. Tapi aku tetap menganggap itu sakit kepala biasa karena munculnya ketika aku kelelahan dan kepanasan. Bukankah hal yang wajar ketika kamu sakit kepala saat kamu merasa lelah atau kepanasan?

Kuselipkan di sini cerita tentang aku yang sering mimisan. Sejak kecil aku mudah mimisan. Aku ingat sekali waktu itu aku masih duduk di bangku SD, aku bangun tidur lalu mendapati darah sudah mewarnai bantalku. Seringkali setiap bangun tidur aku mimisan. Lalu setiap aku benar-benar kelelahan dan kepanasan, mimisan sudah tidak mengherankan lagi. Itu dulu. Mimisan ini keadaannya terbalik dengan rasa sakit kepalaku. Dulu aku sering mimisan dan makin hari aku makin jarang. Kalau sakit kepalaku, dulu jarang, sekarang sering.

Kian hari kian meningkat segalanya. Kelas 10, aku duduk di bangku SMA. Rasa sakit itu muncul satu bulan bisa beberapa kali dalam keadaan apapun, tapi masih paling sering muncul ketika aku kepanasan dan kelelahan. Dan rasa sakit itu tidak benar-benar mengganggu kegiatanku. Di tahun ini aku pernah mencoba mengadu kepada ibuku, namun ibuku pun menganggap rasa sakitku ini sakit kepala biasa. Jadi, sejak itu, aku tidak lagi mengadu soal rasa sakitku. Lagipula aku tidak mau membebani dan merepotkan orang tuaku. Aku sudah terlalu banyak membuat mereka susah. Di tahun ini pula, pacarku (sekarang mantan) menyarankanku untuk periksa ke dokter. Tapi sudah kubilang di atas bahwa aku tidak mau membebani orang tuaku meskipun kelihatannya mereka tidak akan terbebani. Kalaupun aku pergi memeriksakan diri, aku akan menggunakan uangku sendiri. Entah kenapa aku merasa bahwa karena ini penyakitku, maka aku harus berjuang sendiri. Akhirnya aku tidak pernah pergi periksa ke dokter.

Kelas 10, aku mengalami mimisan sekitar dua kali. Salah satunya aku ingat sekali. Waktu itu aku sedang pergi dengan temanku menggunakan motor. Aku menggunakan helm dan cuaca sedang panas. Ketika turun, kami langsung masuk ke dalam mall dan menyempatkan diri berbenah di toilet. Ketika itulah darah muncul. Tumpah mengenai wastafel dan pemandangan darah di atas wastafel itu benar-benar membuatku ngeri, bukan hal mistis, tetapi entahlah, aku hanya bergidik membayangkannya.

Dan kini aku kelas 11. Aku tidak menyangka segalanya makin parah. Rasa sakit itu muncul lebih sering lagi. Tidak dapat ku perkirakan. Kadang dua hari sekali, bahkan kadang setiap hari. Dan di waktu yang benar-benar tidak biasanya. Kalau dulu rasa itu muncul ketika aku kelelahan dan kepanasan, sekarang tidak. Sakit itu muncul kapanpun sesuka hatinya. Ketika aku sedang belajar di kelas, pulang sekolah, dan lainnya. Itu membuatku lemas. Dan sakit itu mulai mengganggu aktivitasku. Rasa sakit itu membuat langkahku melambat, maka ketika aku sedang sakit kepala dan berjalan cepat, ketahuilah, aku sedang memaksakan diri. Selain itu, sakitnya membuatku sering refleks memegang kepalaku. Itu membuatku terlihat buruk. Bukan hanya datang lebih sering, rasa sakit itu juga menguat. Tidak lagi sakit kepala ringan, ini sudah kelas berat. Parah sekali aku dibuatnya.

Ditambah aku tidak menceritakan setiap yang kurasakan kepada teman, tentu saja, aku tidak mau menjadi seorang pengeluh. Tapi karena tidak ada teman yang tahu, maka aku tersiksa sendirian. Beruntung aku tipe orang yang pendiam, jadi kalau aku sedang sakit kepala yang luar biasa, tidak akan ada yang menyadarinya. Mereka tidak heran kalau aku diam terus. Dan mereka kan tidak akan curiga kalau ternyata diamku itu karena aku sedang bertarung bertahan melawan rasa sakit yang luar biasa ini. Kalaupun aku bilang kepada mereka aku sakit kepala atau pusing, mereka toh tidak akan bertanya lebih dalam. Mereka hanya akan menyemangatiku dan mengatakan kepadaku untuk hati-hati di jalan atau menasehatiku untuk istirahat dan minum obat. Mereka tidak akan peduli

Masalah minum obat, aku bingung. Ini konyol. Kalau aku minum obat, aku harus minum obat apa? Bukankah penyakitnya pun aku tak tahu apa? Sungguh konyol. Kalau ingin minum obat, tentunya kita harus tahu apa penyakitnya bukan? Aku tidak ingin jadi overdosis atau salah minum obat. Menambah parah saja.

Aku sempat searching mengenai sakit kepala dan rasa sakit yang kualami ini persis sama dengan gejala sebuah penyakit. Yang parah dan ganas. Aku tidak berani berprasangka dan menghubung-hubungkan rasa sakitku dengan gejala penyakit itu. Itu membuatku parno sendiri.

Selama aku belum melakukan check-up, aku berniat untuk terus menyimpan rasa sakit itu sendiri. Untungnya teman-temanku tidak ada yang tahu blog ini. Ini hanya duniaku sendiri. Tidak akan ada teman yang tahu aku menulis apa. Kalaupun ada, dia tak akan peduli. Aku berserah diri pada Allah SWT atas rasa sakit yang kurasakan. Biarlah ini menjadi kehendaknya apakah akan disembuhkan atau tidak. Yang jelas kalau belum disembuhkan, berarti aku masih harus diuji. Ya, ini ujian dari Allah untuk menguji kesabaranku dan keimananku. Aku ikhlas saja, meski aku harus menderita. Meskipun misalnya ini penyakit yang mematikan, aku akan baik-baik saja. Aku tahu, tanggal kematianku kan sudah ditentukan oleh Allah SWT, jadi apapun langkah yang kuambil, tanggal kematianku tetap. Ini masalah proses.

Tapi terkadang rasa sedih memang tidak bisa dihindari.
Tak ada teman yang mau peduli dan mengerti saat kepalaku diserang.
Tak ada kekasih yang bisa dijadikan tempat kepalaku bersandar.
Oh sudahlah, ini buruk.

Doakan semoga aku baik-baik saja. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: