Believe

Published January 28, 2013 by prinprincess

Dear Princes and Princesses,
Pertanyaan itu ada karena adanya ketidakmengertian, ketidaktahuan, atau juga karena suatu yang abstrak.
Akupun termasuk orang yang bertanya-tanya tentang dunia, tentang kehidupan, mencoba berfilsafat dan menyimpulkan segalanya seolah itu adalah hasil akhir yang benar. Namun sebenarnya kita tidak pernah bisa menjawab. Jawaban akhir dan yang paling benar hanyalah milik Allah SWT. Kita memanfaatkan akal dan pikiran kita untuk bekerja namun semuanya tetap di tangan Allah. Bahkan untuk penyelesaian 1 + 1 = 2 pun kita masih belum bisa memecahkan misteri kebenarannya, walau dengan rumus dan logika secerdas apapun.

Coba kita masuk ke realita kehidupan.
Mengapa orang-orang seakan bosan dengan nasihat-nasihat yang kalimatnya seperti
“Bersabarlah..”,
“Berdoalah..”,
“Percayalah pada Tuhan..”,
“Ikhlaskan..”,
“Pasrahkan segalanya pada Tuhan..”, dan yang lain semacamnya.

Mengapa? Padahal sebenarnya itu nasihat yang sangat baik, bahkan mungkin yang terbaik daripada nasihat-nasihat yang berbau logika. Berusahalah dengan otakmu; akal dan pikiranmu, tapi berharaplah dengan doamu. Jangan pernah meremehkan sebuah doa karena setiap doa akan didengar oleh Allah dan Allah akan selalu dapat membantumu.

Mungkin jawabannya tidak muncul di satu menit kemudian, bahkan mungkin akan muncul sepuluh tahun lagi, tapi percayalah, jika itu memang yang Dia kehendaki, berarti itulah yang harus kau jalani dan kau terima. Bila kita manusia bisa membuat sketsa yang luar biasa indah dan bernilai triliunan rupiah, Allah bisa membuat lukisan yang keindahan dan harganya tak pernah bisa kita bayangkan hebatnya. Segala sesuatu akan indah dengan tangan-Nya. Dia yang akan membuat cantik kehidupanmu.

Lalu kenapa kita kerap kali meragu? Kenapa kita masih bertanya bila jawabannya sudah di tangan kita? Kenapa kita lebih memilih besar mulut ketimbang berdiam diri dan mengucap doa dalam hati? Bicaralah dengan kata-kata indahmu, diamlah ketika kata-kata kotormu menggeliat ingin unjuk gigi. Tak ada salahnya bila kau bijak dalam perkataanmu. Kita bisa berusaha bersama untuk itu.

Dan mari kita renungi. Bukanlah suatu kerugian atau kesalahan jika kita melakukan sesuatu yang baik, selama itu adalah kebaikan dalam pengertian baik. Apa? Kau takut disangka sok? Kau takut disangka meninggi? Kenapa harus takut? Orang bilang jangan takut kalau kau merasa benar, benar dalam pengertian benar. Dan ingatlah selalu bahwa kebaikan itu satu paket dengan ketulusan. Mereka memiliki ikatan darah yang kuat, tidak bisa dipisahkan. Kalau kau membiarkan salah satu dari mereka berdiri sendiri, maka akan ada sistem yang salah, menjadikan segalanya kacau. Barengilah mereka selalu, maka tindakanmu itu akan selalu terjaga kemurniannya.

Percayalah pada Allah. Lakukan segala perintah-Nya. Jauhi segala larangan-Nya. Mari kita bersama-sama berusaha untuk itu, berusaha sebaik mungkin agar kita pun diberi kehidupan dan akhirat yang terbaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: