Kegelapan untuk Sebuah Pencerahan

Published May 26, 2012 by prinprincess

-26 Desember 2011-

Akhir-akhir ini, aku menjadi sedikit paranoid.  Terkadang menjadi kelewat khawatir akan sesuatu hal. Entah ini terjadi sejak kapan. Tapi sungguh, aku tidak suka dengan keadaanku yang begini.

Lebih jelasnya lagi, aku paranoid akan kematian.

Malam tanggal 25 Desember 2011 sekitar pukul 11, aku berhenti  menonton DVD karena aku merasa sudah ngantuk dan menguap beberapa kali sebelumnya. Juga dijam 11 adalah jam biasa aku tidur. Ketika sampai di kamar, aku mengunci pintu dan bersiap untuk tidur. Aku menarik selimut lalu berbaring. Tak lupa aku melekatkan headset pada telingaku dan mendengarkan beberapa ballad music di playlistku sekadar sebagai pengantar tidur. Itu sudah menjadi kebiasaan lamaku.

Namun aku bangkit lagi. Aku duduk dan menyandar pada tembok lantas meraih novel Scones and Sensibility karya Lindsay Eland. Aku membaca dengan asyik sampai tak tahu waktu. Dan ketika aku mencapai halaman terakhir novelku, aku melirik jam di layar ponselku menunjukkan pukul 12 malam.

Lantas aku berbaring lagi dan berbenah mengubah posisi berbaring untuk kenyamananku. Aku memejamkan mata dan mencoba terhanyut dalam tidur seiring alunan lagu merdu. Tapi itu tidak sesederhana itu.

Aku membuka mata lagi dan ketika itu aku merasa bahwa aku sangat segar, sama sekali tak merasa mengantuk. Mataku terjaga, tidak berat. Aku pun meraih ponsel dan membuka jejaring sosial Facebook.

Di sana aku menulis tentang kenapa aku masih terjaga, dan disana aku juga menulis permohonan maaf untuk teman-teman dan keluargaku tercinta. Dan aku menulis ucapan selamat ulang tahun pada temanku dan mengatakan bahwa aku mungkin tidak jadi datang ke rumahnya seperti yang sudah direncanakan sebelumnya karena perasaanku yang kurang tidak enak. Entah jenis kegelisahan apa yang kurasakan saat itu. Aku benar-benar kacau.

Dan aku melirik jam lagi, setengah 1 dini hari.

Aneh, pikirku.

Aku tak pernah terjaga sampai selarut ini dalam keadaan sedang berusaha untuk tidur. Ketika itu aku benar-benar tak bisa mendapatkan tidurku.

Maka aku hanya berbaring. Menunggu diriku sendiri untuk tertidur. Namun imajinasiku malah meledak jauh. Aku merasa bahwa aku sesak nafas. Aku tak bisa menarik nafas dengan normal.

Satu yang kupikirkan saat itu.

“Mungkin nyawaku sedang diambil dan baru sampai dada sehingga aku tak bisa bernafas dengan baik.”

Sungguh aku gila memikirkannya. Tapi aku tetap membaca tasbih terus menerus.

Beberapa detik kemudian aku berhenti dan mencoba kembali menarik nafas. Masih sama.

Dan ketika itu aku merasa bahwa mulutku tak lagi mengeluarkan ludah. Dan aku berpikir nyawaku sudah sampai mulutku sehingga mulutku tidak berfungsi dengan baik. Disana kegelisahanku memuncak. Aku bangkit dan berdiri turun dari kasurku.

Aku keluar dari kamar dan melihat pintu kamar ibuku yang tertutup. Aku ingin pindah kesana, tapi ragu. Tapi persetan dengan ragu, aku membuka pintu kamar ibuku dan membuat sedikit suara berisik deritan pintu. Dan aku berhasil pindah.

Tapi tetap saja tak membuat perasaanku jauh lebih baik. Nyaman memang. Tapi aku masih gelisah. Aku membisikkan kata maaf berkali-kali pada ibuku. Dan aku mendengar ibuku mendengkur. Mungkin ibu mendengar kata maafku, mungkin juga tidak. Aku tidak tahu.

Dan aku melirik jam di ponselku. Hampir setengah dua.

Aku mencoba kembali tidur dan entah bagaimana, aku berhasil.

Keesokan harinya aku terkejut karena aku bangun tidak siang. Biasanya jika aku tidur lewat jam 12, aku selalu bangun siang.

Intinya, di hari itu memang tak terjadi apa-apa yang buruk. Tapi aku sangat khawatir akan keselamatan ibuku di hari itu. Dan aku mulai untuk terus mengkhawatirkan beliau.

Meski begitu, aku harap paranoidku akan hilang karena aku tidak suka ketika aku merasa gelisah seperti itu.

2 comments on “Kegelapan untuk Sebuah Pencerahan

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: